Jumat, 26 Juni 2009

proposal penelitian

DAMPAK PASAR LELANG KARET TERHADAP SISTEM PEMASARAN KARET KABUPATEN TEBO

PROPOSAL PENELITIAN

Oleh :

AHMAD KODRI
NPM : 081016154201148

FAKULTAS PERTANIAN JURUSAN AGRIBISNIS
UNIVERSITAS MUARA BUNGO
TAHUN 2009/2010

UNIVERSITAS MUARA BUNGO FAKULTAS PERTANIAN

Kami menyatakan bahwa proposal ini ditulis oleh

AHMAD KODRI

Judul :
Dampak Pasar Lelang Karet Terhadap Sistem Pemasaran Karet Rakyat Di Kabupaten Tebo.


Diterima sebagai syarat untuk mengikuti Seminar Proposal Penelitian

Menyetujui

PEMBIMBING I PEMBIMBING II

Mengetahui
Ketua Universitas Muara Bungo Pembimbing Ketua l


KATA PENGANTAR


Dengan memanjat puji syukur kehadiran ALLAH SWT.yang telah memberikan rahmat dan hidayahnya kepada Penulis, sehingga Penulis dapat menyelesaikan Proposal Penelitian yang Berjudul “Dampak Pasar Lelang terhadap Sistem Pemasaran Karet Rakyat Di kabupaten Tebo”. Proposal ini merupakan salah satu syarat untuk memperoleh gelar sarjana pada Universitas Muara Bungo.

Pada kesempatan ini penulis mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada ……… selaku pembimbing I dan bapak……………. Sebagai pembimbing II dan seluruh dosen UMB yang telah memberikan dorongan dan dukungan serta masukan kepada Penulis sehingga tersusunlah proposal penelitian ini. Ucapan selanjutnya saya sampaikan kepada seluruh staf dan pengajar, yang telah berpartisipasi membantu menyusunkan proposal ini yang berhubungan dengan penyusunan SKRIPSI.

Penulis juga menyadarai bahwa proposal ini masih banyak kekurtangannya dan mohon agar diberikan kritik dan sarannya, serta masukan dari dosen pembimbing dan seluruh stafnya semoga proposal ini bermanfaat bagi kita semua.


Muara Bungo, April 2009


AHMAD KODRI


DAFTAR ISI


KATA PENGANTAR
DAFTAR ISI
DAFTAR TABEL
DAFTAR LAMPIRAN

I. PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang
1.2 Rumusan Masalah
1.3 Tujuan Penelitian
1.4 Hipotesa

II. TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Tempat dan Waktu
2.2 Pasar Lelang sebagai Lembaga Penelitian
2.3 Dampak Pasar Lelang terhadap Pasar Lelang

III. BAHAN DAN METODE

3.1 Tempat dan Waktu
3.2 Bahan dan Alat
3.3 Metode Penelitian
3.4 Metode Analisa data
3.5 Konsepsi Pengukuran

DAFTAR PUSTAKA

LAMPIRAN


DAFTAR TABEL

Tabel: Halaman
1.1 Luas Lahan Dan produksi Perkebuinan Utama Proponsi Jambi…………..2


I. PENDAHULUAN


1.1 Latar Belakang

Pembangunan pertanian merupakan bagian dari pembangunan nasioanal dan harus dilakukan secara terus menerus serta berdampak untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Peningkatan produksi pertanian tidak hanya dari segi kuantitas saja, tetapi juga kualitasnya sehingga dapat memenuhi bermacam konsumsi masyarakat dan dapat miningkatkan devisa Negara dari ekspor hasil pertania.

Pembangunan sektor perkebunan merupakan dari pembangunan pertanian yang dapat berperan dan mampu menggerakan sector industri. Perkebunan merupakan salah satu subsistem dililingkungan pertanian yang memberikan sumbangan paling besar nterhadap devisa Negara dibandingkan dengan sub sektor lainnya.

Karet adalah salah satu komoditiperkebunan yang paling penting, baik dalam lingkungan nasional maupun lingkungan internasional.dipropinsi jambi karet merupakan tanaman perkebunan yang paling luas, dengan luas arealnya mencapai 140.718 ha, atau 21,19% dari luas tanaman karet propinsi jambi dan jumlah produksi sebesar 47,245 ton/ ha atau 21,30% dari total produksi propinsi jambi. Untuk mengetahui lahan dan produksi tanaman perkebunan utama propinsi jambi dapat dilihat pada table 1.1 sebagai berikut:


Tabel 1.1 : Luas Lahan dan Produksi Perkebunan Utama Propinsi Jambi Tahun 2009

Komoditi Luas Lahan ( ha ) Produksi ( ton ) Produktivitas ( ton/ha) Jumlah Petani
1. karet
2. Kelapa sawit
3. Kelapa dalam
4. Kopi
5. Casiavera 558.570
296.010
128.055
28.776
60.776 234,884
540,240
121.532
5,106
22,462 0,74
3,02
1,42
0,27
1,83 190,907
76,036
90,675
24,432
41,536

Desa Alai Ilit merupakan bagian dari kabupaten Rimbo ilir Propinsi Jambi yang sebagian besar masyarakanya memanfaatkan lahannya untuk berusaha tani karet dan berfungsi sebagai lembaga pemasaran bagi bokar didaerah tersebut.

Pasar lelang karet merupakan yang pertama kali diadakan di Kecamatan Rimbo Ilir yang terletak di Desa Alai Ilir Kabupaten Tebo yang dikelola oleh KUD Gotong Royong berstatus mandiri. Pasar Lelang Karet ini mulai aktif melakukan pelelangan sejak tahun 2001, yang di adakan satu kali dalam 2 minggu. Pada tahun 2004, Volume penjualan karet dipasr lelang tersebut rata-rata 250 ton, hal ini lebih tinggi dibandingkan dengan tahun sebelum yang mencapai 190 ton. Sedangkan pada pasar lelang di Tanjung Agung Kecamatan Muko-Muko Kabupaten Muara Bungo Pada tahun 2004, penjualan rata-rata kepasar lelang hanya mencapai 115 ton, dan pada tahun 2005 mencapai 121 ton.

Hal ini menunjukan bahwa pasar lelang KUD Gotong Royong di Alai Ilir memoliki volume penjualan lebih tinggi dibandingkan dengan pasar lelang di Tanjung Agung Kecamatan Muko-muko Kabupaten Muara Bungo.

Pemasaran hasil pertanian merupakan salah satu factor yang penting dalam rangka peningkatan pendapatan petani karma dapat di pakai sebagai indikator dalam menentukan bagian yang diterima petani. Pada proses pemasarannya, karet memiliki saluran tataniaga yang panjang, dimulai dari pedagang desa, pedagang marga, pedagang Kecamatan, Agen komisi dan Pabrik, sehingga sulit dalam memutuskan rantai saluran tersebut. Hal ini akan menimbulkan margin yang cukup besar antara petani sebagai produksen dengan kosumen akhir ( pabrik ) dan tentunya akan mempengaruhi efisiensi pemasaran tersebut.

Pemasaran Bokar dari petani di Desa Alai Ilir melibatkan beberapa lembaga pemasaran yang berperan yaitu pedagan pengumpul. Dalam kontek ini pedagam berptindak sebagai pembeli yang dapat menentukan harga sesuai dengan keuntungan yang ingin dicapainya, karena informasi harga hanya dapat meningkatkan harga jual bokar.

Untuk mendorong para petanimenghasilkan mutu bokar yang baik, maka tataniaga harus dibenahi agar lebih efisien, dan harga yang diterima petani sesuai dengan jumlah dan mutu bokar yang dihasilkian. Untuk itu petani harus mengetahui dan mendapatkan informasi harga yang sebenarnya yang terjadi pada saat tertentu, untuk meujutkan hat tersebut adalah melalui pasar lelang.

Tujuan dari pada pasar lelang karet adalah menciptakan tranparansi harga, mendorong peningkatan mutu bokar dan peningkatan efisiensi pemasaran karet.
Hal ini dapat memacu peningkatan produksi dan pendapatan petani serta pihak yang terlibat dalam kegiatan perdagangannya yang dalam hal ini secara umum berdampak pula pada perubahan sisitem pemasaran.

Tingkat efisiensi pemasaran melalui saluran pasar lelang lebih tinggi, namun jumlah karet yang dipasran melalui pasar lelang relative mencapai 40% dari produksi total alai ilir. Hal ini dikarnakan
1. Penjualan kepasar lelang membutuhkan waktu lama,
2. Adanya keharusan bagi buruh sadap untuk menjual kepedagan tertentu karma adanya keterikatan antara pemilik dengan pedagang tersebut,
3. Jauhnya pasar lelang dari rumah / kebun petani dan
4. harga yang relatip hamper sama dengan harga dipasar lelang.( H. KONI, 2009)

Menurut kamal (2009), petani yang memasarkan bokarkepasar lelang hanya 43,33% dan memasarkan kepasar tradisional ( audien ) yaitu sebesar 57,67% dari jumlah petani, conmtoh dari 43,33% petani yang memasarkan bokar kepasar lelang 56,25% sebagai petani penyadap 15,03%, dan petani pemilikk penyadap 28,13%. Sedangkan dari 57,67% yang memasarkan kepasar tradisional 53,15% sebagai petani penyadap 10,94% petani pemilik dan 35,94% adalah petani pemilik penyadap ini berarti minat petani untuk memasarkan bokar kepasar tradisional lebih besar daripada kepasar lelang.


Karet merupakan komoditas yang diperdagangkan secara tradisional yang mempunyai prospek masa depan yang cukup baik, mengingat usaha komoditas karet adalah usaha jangka panjang, maka peninjauan prospek komoditas tersebut merupakan hal yang sangat penting terutama dari segi pemasarannya. Beberapa hal yang merupakan informasi dari komoditi karet tersebut antara lain adalah mengenai perkembangan permintaan dan penawaran, perkembangan dari beberapa Negara produsen dan konsumen karet alam termasuk keunggulan konfiratif dan daya saing serta potensi pengembangannya.

Berdasarkan uraian diatas, maka penulis tertari untuk mengadakan penelitian tentang “dampak keberadaan pasarlelang karet KUD Gotong aRoyong terhadap sistem pemasaran karet rakyat diDesa Alai Ilir Kecamatan Rimbo Ilir Kabupatewn Tebo.
1.2 Perumusan Masalah

Karet merupakan salah satu komoditas ekspor andalan Propinsi Jambi dan sebagai penghasil devisa Negara. Lebih dari itu karet merupakan mata pencarian penduduk jambi karma sebagian masyarakat terlibat dalam usaha produksi, pengolahan dan pemasarannya beberapa pasar lelang lokal yang sudah ada dan berkembang saat ini berpengaruh positif terhadap keadaan perbaikan mutu dan harga yang lebih transparan dan juga mencerminkan keberadaan sarang transaksi yang menunjang perekonomian pedesaan ( anonim, 2009 ).

Masalah-masalah yang ditemui dalam pemasaran karet rakyat terdiri dari :

 Lokasi Usaha tani yang berpencar dan skala produksi yang kecil sehingga sulit dalam proses pengumpulan karet KKK ketempat lokasi pasar lelang.
 Kondisi Inflastruktur dan sarana transportasi yang belum mendukung seperti jalan yang belum diperbaiki dari daerah produksi ke konsumen, sehingga biaya transportasi menjadi lebih tinggi.
 Kurang lengkapnya informasi pasar atau informasi pasar tidak sampai ketingkat petani, dimana adanya kenaikan harga tingkat konsumen hanya dinikmati oleh pedagan, serta penurunan harga terhadap konsumen yang menyebabkan penurunan tingkat harga jual petani.
 Kualitas produksi yang belum baik.
 Bentuk pasar yang ada pada pasar produsen adalah ologopsoni, yaitu sedikit pembeli dan pembeli dan banyak penjual.
 Kurangnya fasilitas pemasaran, seperti lembaga keuangan formal dan KUD yang belum berperan sebagai lembaga pemasaran pada saluran pemasaran disentra-sentra produksi.

Permasalahan diatas secara bersamaan akan menyebabkan panjangnya saluran pemasaran yang ada sehingga harga jual petani menjadi lebih rendah. Pasar lelang karet KUD Gotong Royong sebagai lembaga bokar yang ada di Desa Alai Ilir yang merupakan salah satu lembaga yang yang memfasilitasi proses pemasaran bokar di daerah tersebut.

Pada tahun 2008 volume penjualan karet dipasar lelang tersebut rata-rata 250 ton. Hal ini lebih tinggi bila dibanmdingkan dengan tahun sebelumnya yang hanya mencapai 190 ton. Ini berarti terjadi peningkatan volume penjualan kepasaran lelang walaupun demikian masih terdapat bokar yang dipasarkan melalui pasar lelang, dan ini menunjukan bahwa keberadaan pasar lelang cukup berdampak terhadap sistem pemasaran bokar di daerah tersebu.

1.3 Tujuan Dan Kegunaan Penelitian

 Tujuan Penelitian

Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dampak keberadaan pasar lelang karet KUD gotong royong terhadap perubahan sistem pemasaran karet rakyat dikabupaten tebo yang ditinjau dari sisi pertanian sebagai produksen, dan pedagang pengumpulan sebagai lembaga pemasaran serta mencapai keuntungan dan kesejahteraan yang lebih baik.

1.3.2 Kegunaan Penelitian

Kegunaan penelitian diadakan penelitian ini adalah sebagai beruikut ini:

1. Sebagai sumbangan pemikiran dan informasi bagi pihak yang membutuhkan.
2. Melatih maha siswa dalam melakukan penelitian.

o Hipotesa

Berdasarkan uraian diatas dapat ditarik suatu kesimpulan hipotesa yaitu:

1. Dari beberapa sistem pemasaran karet terlihat adanya dampak positif terhadapistem pemasaran antara petani karet, pengumpulan, dan pasar lelang.
2. Keberadaan pasar lelang sebagai suatu lembaga pemasaran akan berinteraksi dengan lembaga pemasaran lainnya juga kepada petani sebagai produksen.


II.TINJAUAN PUSTAKA

a. Arti dan fungsi Pemasaran


Konsep pemasaran merupakan falsafah bisnis yang melibatkan kegiatan dalam proses pemuasan kebutuhan konsumen dalam pencapaian tujuan. (Mmubyarto, 1989). Proses peryataan, bahwa istilah tataniaga dinegara kita artikan sama dengan pemasaran atau distribusi, yaitu suatu macam kegiantan ekonomi yang berfungsi membawa dan menyampaikan barang dari produsen kekonsumen. Dikatakan tataniaga berarti dagang, segala sesuatu yang menyangkut “aturan permainan” dalam hal perdagangan barang-barang, karma pedagang itubiasanyadijalankan melalui pasar, maka tataniaga pemasaran juga disebut ( terjehahan kata marketing)

Dalam pengalian barang dan jasa terdapat beberapa fungsional yang harus dilakukan, baik dalam produsen, pedagang perantara maupun ke konsumen. Fungsi pemasaran yaitu semua jasa-jasa atau tindakan diberikan dalam proses pengalian barang dan jasa dari produsen kekonsumen (Hamid, A.K dan lB teken, 1972) diklasifikasikan sebagai berikut:

1. Fungsi pertukaran terdiri dari fungsi penjualan dan penjualan.
2. Fungsi fisik meliputi pengangkutan dan penyimpanan.
3. Fungsi fasilitas yang meliputi fungsi standarisasi dan grading, penggunaan resiko,biaya serta informasi pasar.
2.2 Pasar Lelang Sebagai Lembaga Pemasaran

Untuk mencapai barang dari produsen ke konsumen perlu adanya pelantaraan yang berhubungan dengan satu sama lainnya sehingga terbentuk suatu saluran pemasaran. Saluran pemasaran adalah saluran yang digunakan oleh produsen untuk menyalurkan produknya kepada konsumen dari titik produsen.( limbur w dan p sitorus, 1987)

Pasar lelang sebagai suatu pasar yang teratur ketataniangaannya dan manajemen yang ditujukan kepada para petani untuk memperoleh manfaatnya bagi para petani :

1. Menciptakan transparansi harga
2. Mendorong meningkatkan kualitas Bokar
3. Menciptakan harga yang wajar sebagai pusat informasi yang terbuka
4. Menciptakan alternative pasar bagi petani
5. Sumber pasokan bagi eksportir baik diluar daerah maupun didalam

b. Dampak Pasar Lelang terhadap Sistem Pemasaran


Limbong w dan p sitorus (1987). Bahwa sistem adalah suatu kumpulan komponen komponen yang berkerja secara relevan dan terorganisasi, dan dijelaskan pula sistem pemasaran dari titik produsen dan konsumen dilakukan dengan cara sudut pandang ada beberapa cara pendekatan yang dilakukan tataniaga dari sudut pandangan sebgai berikut :

 Pedekatan serba fungsi yaitu pendekatan pemasaran dari segi kegiatan yang dilakukan.
 Pendekatan serba lembaga itu suatu pendekatan menekan segala tindakan pelaku.
 Pendekatan serba barang yaitu pendekatan yang menekan perhatian terhadap kegiatan.
 Pendekantan serba sistem ini yang sangat diperhatikan yaitu dalam pemasaran pertanian terutama pemasaran lelang karet ini harus tahu atur dan manajemenisasinya


Ada beberapa masalah mempengaruhi pasar lelang pada sistem pemasaran karet :

 perbedaan basi yang diterima petani

yaitu penujualan bokar petani kepala pedagan dilakukan atas penimbangan berat karet yang basah.besar baitnya yaitu 10-17,5% ( fitri yahya, 1997)

 perbedaan mutu bokar yang dihasilkan oleh petani


DAMPAK PASAR LELANG KARET TERHADAP SISTEM PEMASARAN KARET KABUPATEN TEBO


PROPOSAL PENELITIAN


Oleh :

AHMAD KODRI
NPM : 081016154201148


FAKULTAS PERTANIAN JURUSAN AGRIBISNIS
UNIVERSITAS MUARA BUNGO
TAHUN 2009/2010

UNIVERSITAS MUARA BUNGO FAKULTAS PERTANIAN

Kami menyatakan bahwa proposal ini ditulis oleh

AHMAD KODRI

Judul :
Dampak Pasar Lelang Karet Terhadap Sistem Pemasaran Karet Rakyat Di Kabupaten Tebo.


Diterima sebagai syarat untuk mengikuti Seminar Proposal Penelitian



Menyetujui


PEMBIMBING I PEMBIMBING II

Mengetahui
Ketua Universitas Muara Bungo Pembimbing Ketua l

KATA PENGANTAR


Dengan memanjat puji syukur kehadiran ALLAH SWT.yang telah memberikan rahmat dan hidayahnya kepada Penulis, sehingga Penulis dapat menyelesaikan Proposal Penelitian yang Berjudul “Dampak Pasar Lelang terhadap Sistem Pemasaran Karet Rakyat Di kabupaten Tebo”. Proposal ini merupakan salah satu syarat untuk memperoleh gelar sarjana pada Universitas Muara Bungo.

Pada kesempatan ini penulis mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada ……… selaku pembimbing I dan bapak……………. Sebagai pembimbing II dan seluruh dosen UMB yang telah memberikan dorongan dan dukungan serta masukan kepada Penulis sehingga tersusunlah proposal penelitian ini. Ucapan selanjutnya saya sampaikan kepada seluruh staf dan pengajar, yang telah berpartisipasi membantu menyusunkan proposal ini yang berhubungan dengan penyusunan SKRIPSI.

Penulis juga menyadarai bahwa proposal ini masih banyak kekurtangannya dan mohon agar diberikan kritik dan sarannya, serta masukan dari dosen pembimbing dan seluruh stafnya semoga proposal ini bermanfaat bagi kita semua.


Muara Bungo, April 2009


AHMAD KODRI

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR
DAFTAR ISI
DAFTAR TABEL
DAFTAR LAMPIRAN

I. PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang
1.2 Rumusan Masalah
1.3 Tujuan Penelitian
1.4 Hipotesa

II. TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Tempat dan Waktu
2.2 Pasar Lelang sebagai Lembaga Penelitian
2.3 Dampak Pasar Lelang terhadap Pasar Lelang

III. BAHAN DAN METODE

3.1 Tempat dan Waktu
3.2 Bahan dan Alat
3.3 Metode Penelitian
3.4 Metode Analisa data
3.5 Konsepsi Pengukuran

DAFTAR PUSTAKA

LAMPIRAN


DAFTAR TABEL

Tabel: Halaman
1.1 Luas Lahan Dan produksi Perkebuinan Utama Proponsi Jambi…………..2

I. PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Pembangunan pertanian merupakan bagian dari pembangunan nasioanal dan harus dilakukan secara terus menerus serta berdampak untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Peningkatan produksi pertanian tidak hanya dari segi kuantitas saja, tetapi juga kualitasnya sehingga dapat memenuhi bermacam konsumsi masyarakat dan dapat miningkatkan devisa Negara dari ekspor hasil pertania.

Pembangunan sektor perkebunan merupakan dari pembangunan pertanian yang dapat berperan dan mampu menggerakan sector industri. Perkebunan merupakan salah satu subsistem dililingkungan pertanian yang memberikan sumbangan paling besar nterhadap devisa Negara dibandingkan dengan sub sektor lainnya.

Karet adalah salah satu komoditiperkebunan yang paling penting, baik dalam lingkungan nasional maupun lingkungan internasional.dipropinsi jambi karet merupakan tanaman perkebunan yang paling luas, dengan luas arealnya mencapai 140.718 ha, atau 21,19% dari luas tanaman karet propinsi jambi dan jumlah produksi sebesar 47,245 ton/ ha atau 21,30% dari total produksi propinsi jambi. Untuk mengetahui lahan dan produksi tanaman perkebunan utama propinsi jambi dapat dilihat pada table 1.1 sebagai berikut:


Tabel 1.1 : Luas Lahan dan Produksi Perkebunan Utama Propinsi Jambi Tahun 2009

Komoditi Luas Lahan ( ha ) Produksi ( ton ) Produktivitas ( ton/ha) Jumlah Petani
1. karet
2. Kelapa sawit
3. Kelapa dalam
4. Kopi
5. Casiavera 558.570
296.010
128.055
28.776
60.776 234,884
540,240
121.532
5,106
22,462 0,74
3,02
1,42
0,27
1,83 190,907
76,036
90,675
24,432
41,536

Desa Alai Ilit merupakan bagian dari kabupaten Rimbo ilir Propinsi Jambi yang sebagian besar masyarakanya memanfaatkan lahannya untuk berusaha tani karet dan berfungsi sebagai lembaga pemasaran bagi bokar didaerah tersebut.

Pasar lelang karet merupakan yang pertama kali diadakan di Kecamatan Rimbo Ilir yang terletak di Desa Alai Ilir Kabupaten Tebo yang dikelola oleh KUD Gotong Royong berstatus mandiri. Pasar Lelang Karet ini mulai aktif melakukan pelelangan sejak tahun 2001, yang di adakan satu kali dalam 2 minggu. Pada tahun 2004, Volume penjualan karet dipasr lelang tersebut rata-rata 250 ton, hal ini lebih tinggi dibandingkan dengan tahun sebelum yang mencapai 190 ton. Sedangkan pada pasar lelang di Tanjung Agung Kecamatan Muko-Muko Kabupaten Muara Bungo Pada tahun 2004, penjualan rata-rata kepasar lelang hanya mencapai 115 ton, dan pada tahun 2005 mencapai 121 ton.

Hal ini menunjukan bahwa pasar lelang KUD Gotong Royong di Alai Ilir memoliki volume penjualan lebih tinggi dibandingkan dengan pasar lelang di Tanjung Agung Kecamatan Muko-muko Kabupaten Muara Bungo.

Pemasaran hasil pertanian merupakan salah satu factor yang penting dalam rangka peningkatan pendapatan petani karma dapat di pakai sebagai indikator dalam menentukan bagian yang diterima petani. Pada proses pemasarannya, karet memiliki saluran tataniaga yang panjang, dimulai dari pedagang desa, pedagang marga, pedagang Kecamatan, Agen komisi dan Pabrik, sehingga sulit dalam memutuskan rantai saluran tersebut. Hal ini akan menimbulkan margin yang cukup besar antara petani sebagai produksen dengan kosumen akhir ( pabrik ) dan tentunya akan mempengaruhi efisiensi pemasaran tersebut.

Pemasaran Bokar dari petani di Desa Alai Ilir melibatkan beberapa lembaga pemasaran yang berperan yaitu pedagan pengumpul. Dalam kontek ini pedagam berptindak sebagai pembeli yang dapat menentukan harga sesuai dengan keuntungan yang ingin dicapainya, karena informasi harga hanya dapat meningkatkan harga jual bokar.

Untuk mendorong para petanimenghasilkan mutu bokar yang baik, maka tataniaga harus dibenahi agar lebih efisien, dan harga yang diterima petani sesuai dengan jumlah dan mutu bokar yang dihasilkian. Untuk itu petani harus mengetahui dan mendapatkan informasi harga yang sebenarnya yang terjadi pada saat tertentu, untuk meujutkan hat tersebut adalah melalui pasar lelang.

Tujuan dari pada pasar lelang karet adalah menciptakan tranparansi harga, mendorong peningkatan mutu bokar dan peningkatan efisiensi pemasaran karet.
Hal ini dapat memacu peningkatan produksi dan pendapatan petani serta pihak yang terlibat dalam kegiatan perdagangannya yang dalam hal ini secara umum berdampak pula pada perubahan sisitem pemasaran.

Tingkat efisiensi pemasaran melalui saluran pasar lelang lebih tinggi, namun jumlah karet yang dipasran melalui pasar lelang relative mencapai 40% dari produksi total alai ilir. Hal ini dikarnakan
1. Penjualan kepasar lelang membutuhkan waktu lama,
2. Adanya keharusan bagi buruh sadap untuk menjual kepedagan tertentu karma adanya keterikatan antara pemilik dengan pedagang tersebut,
3. Jauhnya pasar lelang dari rumah / kebun petani dan
4. harga yang relatip hamper sama dengan harga dipasar lelang.( H. KONI, 2009)

Menurut kamal (2009), petani yang memasarkan bokarkepasar lelang hanya 43,33% dan memasarkan kepasar tradisional ( audien ) yaitu sebesar 57,67% dari jumlah petani, conmtoh dari 43,33% petani yang memasarkan bokar kepasar lelang 56,25% sebagai petani penyadap 15,03%, dan petani pemilikk penyadap 28,13%. Sedangkan dari 57,67% yang memasarkan kepasar tradisional 53,15% sebagai petani penyadap 10,94% petani pemilik dan 35,94% adalah petani pemilik penyadap ini berarti minat petani untuk memasarkan bokar kepasar tradisional lebih besar daripada kepasar lelang.


Karet merupakan komoditas yang diperdagangkan secara tradisional yang mempunyai prospek masa depan yang cukup baik, mengingat usaha komoditas karet adalah usaha jangka panjang, maka peninjauan prospek komoditas tersebut merupakan hal yang sangat penting terutama dari segi pemasarannya. Beberapa hal yang merupakan informasi dari komoditi karet tersebut antara lain adalah mengenai perkembangan permintaan dan penawaran, perkembangan dari beberapa Negara produsen dan konsumen karet alam termasuk keunggulan konfiratif dan daya saing serta potensi pengembangannya.

Berdasarkan uraian diatas, maka penulis tertari untuk mengadakan penelitian tentang “dampak keberadaan pasarlelang karet KUD Gotong aRoyong terhadap sistem pemasaran karet rakyat diDesa Alai Ilir Kecamatan Rimbo Ilir Kabupatewn Tebo.
1.2 Perumusan Masalah

Karet merupakan salah satu komoditas ekspor andalan Propinsi Jambi dan sebagai penghasil devisa Negara. Lebih dari itu karet merupakan mata pencarian penduduk jambi karma sebagian masyarakat terlibat dalam usaha produksi, pengolahan dan pemasarannya beberapa pasar lelang lokal yang sudah ada dan berkembang saat ini berpengaruh positif terhadap keadaan perbaikan mutu dan harga yang lebih transparan dan juga mencerminkan keberadaan sarang transaksi yang menunjang perekonomian pedesaan ( anonim, 2009 ).

Masalah-masalah yang ditemui dalam pemasaran karet rakyat terdiri dari :

 Lokasi Usaha tani yang berpencar dan skala produksi yang kecil sehingga sulit dalam proses pengumpulan karet KKK ketempat lokasi pasar lelang.
 Kondisi Inflastruktur dan sarana transportasi yang belum mendukung seperti jalan yang belum diperbaiki dari daerah produksi ke konsumen, sehingga biaya transportasi menjadi lebih tinggi.
 Kurang lengkapnya informasi pasar atau informasi pasar tidak sampai ketingkat petani, dimana adanya kenaikan harga tingkat konsumen hanya dinikmati oleh pedagan, serta penurunan harga terhadap konsumen yang menyebabkan penurunan tingkat harga jual petani.
 Kualitas produksi yang belum baik.
 Bentuk pasar yang ada pada pasar produsen adalah ologopsoni, yaitu sedikit pembeli dan pembeli dan banyak penjual.
 Kurangnya fasilitas pemasaran, seperti lembaga keuangan formal dan KUD yang belum berperan sebagai lembaga pemasaran pada saluran pemasaran disentra-sentra produksi.

Permasalahan diatas secara bersamaan akan menyebabkan panjangnya saluran pemasaran yang ada sehingga harga jual petani menjadi lebih rendah. Pasar lelang karet KUD Gotong Royong sebagai lembaga bokar yang ada di Desa Alai Ilir yang merupakan salah satu lembaga yang yang memfasilitasi proses pemasaran bokar di daerah tersebut.

Pada tahun 2008 volume penjualan karet dipasar lelang tersebut rata-rata 250 ton. Hal ini lebih tinggi bila dibanmdingkan dengan tahun sebelumnya yang hanya mencapai 190 ton. Ini berarti terjadi peningkatan volume penjualan kepasaran lelang walaupun demikian masih terdapat bokar yang dipasarkan melalui pasar lelang, dan ini menunjukan bahwa keberadaan pasar lelang cukup berdampak terhadap sistem pemasaran bokar di daerah tersebu.

1.3 Tujuan Dan Kegunaan Penelitian

 Tujuan Penelitian

Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dampak keberadaan pasar lelang karet KUD gotong royong terhadap perubahan sistem pemasaran karet rakyat dikabupaten tebo yang ditinjau dari sisi pertanian sebagai produksen, dan pedagang pengumpulan sebagai lembaga pemasaran serta mencapai keuntungan dan kesejahteraan yang lebih baik.

1.3.2 Kegunaan Penelitian

Kegunaan penelitian diadakan penelitian ini adalah sebagai beruikut ini:

1. Sebagai sumbangan pemikiran dan informasi bagi pihak yang membutuhkan.
2. Melatih maha siswa dalam melakukan penelitian.

o Hipotesa

Berdasarkan uraian diatas dapat ditarik suatu kesimpulan hipotesa yaitu:

1. Dari beberapa sistem pemasaran karet terlihat adanya dampak positif terhadapistem pemasaran antara petani karet, pengumpulan, dan pasar lelang.
2. Keberadaan pasar lelang sebagai suatu lembaga pemasaran akan berinteraksi dengan lembaga pemasaran lainnya juga kepada petani sebagai produksen.


II.TINJAUAN PUSTAKA

a. Arti dan fungsi Pemasaran


Konsep pemasaran merupakan falsafah bisnis yang melibatkan kegiatan dalam proses pemuasan kebutuhan konsumen dalam pencapaian tujuan. (Mmubyarto, 1989). Proses peryataan, bahwa istilah tataniaga dinegara kita artikan sama dengan pemasaran atau distribusi, yaitu suatu macam kegiantan ekonomi yang berfungsi membawa dan menyampaikan barang dari produsen kekonsumen. Dikatakan tataniaga berarti dagang, segala sesuatu yang menyangkut “aturan permainan” dalam hal perdagangan barang-barang, karma pedagang itubiasanyadijalankan melalui pasar, maka tataniaga pemasaran juga disebut ( terjehahan kata marketing)

Dalam pengalian barang dan jasa terdapat beberapa fungsional yang harus dilakukan, baik dalam produsen, pedagang perantara maupun ke konsumen. Fungsi pemasaran yaitu semua jasa-jasa atau tindakan diberikan dalam proses pengalian barang dan jasa dari produsen kekonsumen (Hamid, A.K dan lB teken, 1972) diklasifikasikan sebagai berikut:

1. Fungsi pertukaran terdiri dari fungsi penjualan dan penjualan.
2. Fungsi fisik meliputi pengangkutan dan penyimpanan.
3. Fungsi fasilitas yang meliputi fungsi standarisasi dan grading, penggunaan resiko,biaya serta informasi pasar.
2.2 Pasar Lelang Sebagai Lembaga Pemasaran

Untuk mencapai barang dari produsen ke konsumen perlu adanya pelantaraan yang berhubungan dengan satu sama lainnya sehingga terbentuk suatu saluran pemasaran. Saluran pemasaran adalah saluran yang digunakan oleh produsen untuk menyalurkan produknya kepada konsumen dari titik produsen.( limbur w dan p sitorus, 1987)

Pasar lelang sebagai suatu pasar yang teratur ketataniangaannya dan manajemen yang ditujukan kepada para petani untuk memperoleh manfaatnya bagi para petani :

1. Menciptakan transparansi harga
2. Mendorong meningkatkan kualitas Bokar
3. Menciptakan harga yang wajar sebagai pusat informasi yang terbuka
4. Menciptakan alternative pasar bagi petani
5. Sumber pasokan bagi eksportir baik diluar daerah maupun didalam

b. Dampak Pasar Lelang terhadap Sistem Pemasaran


Limbong w dan p sitorus (1987). Bahwa sistem adalah suatu kumpulan komponen komponen yang berkerja secara relevan dan terorganisasi, dan dijelaskan pula sistem pemasaran dari titik produsen dan konsumen dilakukan dengan cara sudut pandang ada beberapa cara pendekatan yang dilakukan tataniaga dari sudut pandangan sebgai berikut :

 Pedekatan serba fungsi yaitu pendekatan pemasaran dari segi kegiatan yang dilakukan.
 Pendekatan serba lembaga itu suatu pendekatan menekan segala tindakan pelaku.
 Pendekatan serba barang yaitu pendekatan yang menekan perhatian terhadap kegiatan.
 Pendekantan serba sistem ini yang sangat diperhatikan yaitu dalam pemasaran pertanian terutama pemasaran lelang karet ini harus tahu atur dan manajemenisasinya


Ada beberapa masalah mempengaruhi pasar lelang pada sistem pemasaran karet :

 perbedaan basi yang diterima petani

yaitu penujualan bokar petani kepala pedagan dilakukan atas penimbangan berat karet yang basah.besar baitnya yaitu 10-17,5% ( fitri yahya, 1997)

 perbedaan mutu bokar yang dihasilkan oleh petani

1 komentar:

can u teach me how to make a proposal,,,gan???

www.guntheguner,blogspot.com

Poskan Komentar

HI All........
Thanks for reading my post.
I would be glad if you give me a comment abaout this post.

LINKS

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Untuk Visitor Yang Berminat Berinvestasi Di Pertambangan Silahkan Saudara/i Kunjungi Website Kami http://ahmad-tarmizi.blogspot.com/ Kami SiapMelayani Anda Thanks.